Desa Ngadipiro

Sejarah Desa Ngadipiro

a. Asal usul Desa
Pada Jaman Raja Mangkunegara VI memerintah di kerajaan Mangkunegara, Wonogiri adalah bagian dari wilayahnya. Dengan demikian seluruh wilayah se-Kabupaten Wonogiri termasuk di dalamnya, waktu itu wilyaha kecamatan dipimpin oleh seorang Penewo sekarang Camat dan Desa dipimpin oleh seorang Rangga sekarang Kepala Desa, Rangga dibantu oleh Bekel sekarang Kadus sedangkan Bekel dibantu oleh Kebayan (Antek) sebagai suruhan dari bekel, jalur birokrasi bahwa Kebayan harus tunduk pada Bekel, Bekel harus tunduk pada Rangga, Rangga harus tunduk pada Wedono dan wedono tunduk pada pada Bupati.
Waktu itu yang masih menjadi Ronngo Desa Ngadipiro bertempat di Dusun pakel bernama Rangga Sajwo setelah itu diganti oleh Kepala Desa Kromosentono yang bertempat di dusun Dungbendo, ketika ada warga dari dusun sebelah timurnya yang belum punya nama menghadap kepala Desa Kromosentono beliau bertanya “Anggonmu “Ngadi Ping Piro”
Pertantanyaan itu diingat terus sampai dirumah sehingga ia menamai Dusununya Ngadipiro, hal itu selalu diberitakan kemana-mana bawha dusun mereka bernama Ngadipiro. Nama Dusun Ngadipiro semakin dikenal dengan ketika Kepala Desa pengganti Kromosentoro yaitu Kepala Desa Paminto bertempat tinggal di Dusun Ngadipiro, setiap warga yang menghadap Kepala Desa selalu menyebut mau sowan pak polo Ngadipiro itulah asal mula Desa Ngadipiro.
b. Nama orang yang pernah menjabat sebagai Kepala Desa di Ngadipiro
1. Ronggo Sajlwo bertempat tinggal di Dusun Pakel
2. Kromo Senthod bertempat tinggal di Dusun Dungbendo
3. Paminto bertempat tinggal di Dusun Ngadipiro
4. Padmo Nugroho bertempat tinggal di Dusun Kamplong
5. Karyo Suwito bertempat tinggal di Dusun Dungbendo
6. Broto Hermanto bertempat tinggal di Dusun Kamplong
7. Parimin bertempat tinggal di Dusun Ngadipiro
Meskipun tempat tinggal yang menjabat Kepala Desa berbeda beda tetapi pusat pemerintahannya/ Kantor Kepala Desa ada di Dusun Kamplong.